Deskripsi Produk

Samsul Ma'arif al-Kubra karya Imam Ahmad al-Buni bukanlah kitab yang bisa dibaca seperti membaca buku biasa. Ia adalah sebuah sistem keilmuan yang tersusun dengan kerangka internal sangat ketat — setiap bait saling bergantung, setiap azimah memiliki syarat yang terikat pada bagian lain, dan setiap wafq memiliki aturan yang hanya bisa dipahami jika teks dibaca secara utuh. Mencopot satu bagian dari kitab ini bukan sekadar mengurangi isi — ia bisa merusak seluruh kerangka fungsionalnya.

Inilah masalah yang hampir tidak pernah dibicarakan secara terbuka: mayoritas terjemahan Syamsul Ma'arif yang beredar di Indonesia saat ini tidak lengkap. Bagian-bagian yang dianggap "terlalu berbahaya" atau "tidak layak untuk umum" dipotong. Alasannya beragam — ada yang menyebutnya sebagai bentuk menjaga kerahasiaan ilmu, ada pula yang secara jujur mengakui bahwa penerjemah sendiri tidak memahami bagian tersebut sehingga memilih untuk menghilangkannya. Namun konsekuensinya sama: pembaca mendapatkan sebuah kitab yang secara fisik terlihat utuh, tetapi secara keilmuan cacat.

Dalam tradisi hikmah, ketidakutuhan sebuah naskah bukan masalah sepele. Sebuah azimah yang kehilangan salah satu unsur pembentuknya tidak akan berfungsi — bukan karena ilmunya lemah, tetapi karena strukturnya tidak lagi lengkap. Sebuah wirid yang dipotong dari konteks asrarnya bisa kehilangan keutamaannya. Dan dalam beberapa kasus, pengamalan dari naskah yang tidak utuh justru membuka risiko yang seharusnya bisa dihindari jika teks dibaca secara lengkap dari awal.

Edisi yang ada di hadapan Anda hadir dengan satu komitmen utama: menyajikan seluruh teks Syamsul Ma'arif al-Kubra secara utuh, tanpa pemotongan, tanpa penyensoran, tanpa pengubahan — persis sebagaimana ia ditulis oleh Imam Ahmad al-Buni. Tidak ada satu bait pun, satu huruf pun, atau satu doa pun yang dihilangkan. Ini bukan klaim komersial — ini adalah keharusan keilmuan.

Secara fisik, edisi ini terdiri dari 9 jilid yang disusun dari 5 juz: Juz 1 dibagi menjadi 1A dan 1B, Juz 2 hingga Juz 4 masing-masing dibagi menjadi dua bagian, dan Juz 5 hadir sebagai jilid tambahan yang bersifat eksklusif. Seluruh teks Arab disajikan dengan harakat penuh — bukan Arab gundul — sehingga pembaca yang belum terbiasa dengan bahasa Arab tetap bisa melafalkannya dengan benar. Setiap bait disusun dalam format tiga baris sejajar: teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan Indonesia. Ini bukan sekadar kemudahan membaca — ia adalah jaminan bahwa tidak ada ambiguitas dalam pelafalan maupun pemahaman.

Termasuk dalam edisi ini adalah terjemahan Majmu'atul Arba'ah Risalah — empat risalah yang secara tradisional selalu menyertai Syamsul Ma'arif namun kerap diabaikan oleh penerbit lain karena dianggap sebagai lampiran. Dalam kerangka keilmuan yang benar, keempat risalah ini bukan lampiran — ia adalah bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dari pemahaman utuh terhadap kitab induk.

Kami menyediakan dua pilihan versi. Versi full terjemahan berisi teks Indonesia saja, ditujukan bagi mereka yang ingin fokus mendalami makna tanpa terganggu oleh teks asing. Sedangkan versi lengkap dengan teks Arab asli adalah rekomendasi utama — khusus bagi pengamal serius yang memahami bahwa dalam ilmu hikmah, pelafalan yang tepat bukan sekadar detail teknis, melainkan syarat keberhasilan itu sendiri. Kedua versi dicetak pada kertas HVS A4 premium dengan jilid klasik ala kitab pesantren — kuat, awet, dan layak menyimpan warisan keilmuan bertaraf ini.

Edisi ini tidak dijual secara massal dan tidak akan ditemukan di rak toko buku umum. Cetakannya terbatas, distribusinya hanya melalui jalur ini. Harga yang tercantum bukan refleksi dari biaya percetakan — ia berfungsi sebagai hijab, bentuk penghormatan terhadap kemuliaan ilmu sekaligus penyaring bagi mereka yang benar-benar serius. Dalam tradisi keilmuan, ilmu yang didapatkan dengan terlalu mudah cenderung tidak dihargai. Dan ilmu yang tidak dihargai, pada akhirnya tidak akan memberikan manfaat apa pun.

Silakan bandingkan dengan edisi lain yang beredar. Buka halaman-halaman yang biasanya "dihilangkan" — bagian asrar, wafq tertentu, azimah-azimah yang dianggap kontroversial — dan lihat sendiri apakah versi lain berani menyajikannya secara utuh. Keputusan ada di tangan Anda. Namun bagi yang memahami bahwa dalam ilmu hikmah, ketidakutuhan berarti ketidakberfungsian — pilihannya sudah jelas.

šŸ–¼️ Preview Samsul Ma'arif
Preview

Stok terbatas! Pesan sekarang sebelum habis.

šŸ›’ BELI SEKARANG DI TOKO KAMI