Assalamu'alaikum.
Terjemahan ini tidak sama dengan yang sudah beredar. Versi yang nampak hanya ada di Pustaka Hikmah Walkhowas — di sini saja. Dan saya membongkar kitab ini untuk saudara-saudara yang minat dengan ilmu-ilmu asror. Namun bukan untuk hanya sekedar ingin tahu. Ini ditujukan hanya untuk yang betul-betul ingin belajar.
š Apa yang Sebenarnya Saya Lakukan dalam Terjemahan Ini?
Di antara kitab-kitab hikmah yang beredar, banyak yang menyebutkan "terjemahan lengkap" — tapi saat Anda pegang dan amalkan, ada yang kurang. Ada azimah yang tidak berfungsi. Ada khotam yang mati. Ada bacaan yang seharusnya memiliki kelengkapan tertentu — tapi tidak disertakan dalam terjemahan.
Tahukah bahwa di dalam kitab aslinya, hampir 80% azimah ataupun bacaannya butuh untuk dilengkapi bacaan-bacaan tertentu? Jika Anda tidak paham dan asal tulis — atau asal membeli terjemahan yang murahan — maka itu tidak akan berfungsi. Karena kurang bacaan. Ini bukan opini saya. Ini adalah aturan dalam ilmu hikmah. Dan terjemahan murahan yang mengabaikan hal ini — dengan segala hormat — justru bisa membahayakan pembacanya.
Di dalam terjemahan ini, saya buatkan yang sudah dilengkapi. Tinggal baca atau tulis, tanpa harus melengkapi lagi. Bagi sebagian yang tidak paham, hal ini mungkin tidak terasa signifikan. Tapi bagi yang pernah kesulitan karena kurangnya kelengkapan di terjemahan lain — saudara akan langsung memahami betapa berharganya apa yang saya kerjakan di sini.
š”️ Dilengkapi Tatacara Membentengi Diri, Arahan, dan Ijazah
Saya tidak hanya menerjemahkan teks kitabnya. Di dalamnya sudah dilengkapi:
- ✅ Tatacara membentengi diri — bukan bentengi biasa, tapi sesuai dengan kaedah yang ada dalam kitab itu sendiri
- ✅ Arahan praktis — panduan langkah demi langkah yang membantu Anda tidak tersesat dalam pengamalan
- ✅ Ijazah — yang dalam tradisi ilmu hikmah merupakan syarat keberhasilan sebuah amalan
- ✅ Bacaan azimah dan khotam sudah dilengkapi harokat dan disempurnakan sesuai asli kitab kuning — bukan asal memberikan tanda harokat
Ini bukan nilai tambahan yang sekadar dicantumkan untuk memperindah produk. Ini adalah bagian integral dari keilmuan itu sendiri. Tanpa ini, kitab hanyalah kumpulan teks. Dengan ini, kitab menjadi pegangan yang bisa langsung digunakan.
š« Kitab Ini Dipelajari di Pesantren — Tapi Terbatas
Ini bukan sekadar klaim marketing. Kitab ini memang dikaji di pesantren-pesantren. Tapi aksesnya terbatas. Tidak semua santri bisa mengikuti kajian dari isi kitab ini. Ada syarat. Ada tahapan. Ada izin. Dan itu bukan karena sifatnya eksklusif untuk memperkeruhkan — tapi karena ilmu ini memiliki bobot tanggung jawab.
Karena saya melihat banyak saudara yang punya semangat belajar tapi tersandung oleh bahasa. Bukan karena bodoh — tapi karena bahasa. Mereka punya niat yang lurus, punya kesabaran, punya adab — tapi kitabnya tidak bisa dibaca. Jadi saya buatkan jembatan itu. Tapi jembatan ini saya arahkan bukan untuk semua orang. Saya arahkan untuk mereka yang serius. Yang tidak datang dengan mental "coba-coba." Yang datang karena memang mencari dan butuh.
Ilmu mahal warisan Auliya Allah terdahulu — bukan ilmu yang bisa diperjual murah dan diamalkan sembarangan. Terjemahan yang saya buat ini adalah usaha saya untuk membuka akses, bukan untuk menurunkan standar. Saudara yang memahami, akan tahu bedanya.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum.
— Penerjemah, Pustaka Hikmah Walkhowas
Terima kasih atas kepercayaan Anda. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan.
š„ Stok Terbatas!
Pesan sekarang sebelum kehabisan — ini bukan terjemahan biasa.
š BELI SEKARANG DI TOKO KAMI